.

Senin, 27 Maret 2017

Prilaku Konsumen



Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.
Sumarwan (2003 : 25) mengemukakan bahwa : ” Prilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini ”.
Prasetijo dan Ihalauw John (2005 : 11) perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan bertindak pasca konsumsi produk, jasa maupun ide yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhannya.
Menurut   Engel  et  al  yang   dikutip   oleh   Simamora   (2008,   pl)   perilaku konsumen adalah tindakan  yang langsung terlibat untuk mendapatkan, mengkonsumsi,  dan  menghabiskan  produk  dan  jasa,  termasuk  proses  keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini.
Tujuan mempelajari perilaku konsumen:
  1. Agar penjual dapat mengetahui kriteria konsumen
  2. Agar penjual mengetahui keinginan konsumen
Faktor-faktor yang memengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian
Terdapat lima faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian:
  1. Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
  2. Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
  3. Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
  4. Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.
SUMBER :
https://www.google.co.id/#q=pengertian+perilaku+konsumen+menurut+para+ahli

KONSEP DAN PERILAKU BIAYA PRODUKSI

KONSEP DAN PERILAKU BIAYA 
A.Landasan Teoritis
Pengertian  Biaya
Konsep biaya merupakan konsep yang terpenting dalam akuntansi biaya dan akuntansi manajemen. Adapun tujuan memperoleh informasi biaya digunakan untuk proses perencanaan, pengendalian dan pembuatan keputusan.
Menurut Hansen dan Mowen (2004:40), biaya didefinisikan sebagai kas atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberikan manfaat saat ini atau di masa yang akan datang bagi organisasi.
Sedangkan menurut Supriyono (2000:185), biaya adalah pengorbanan ekonomis yang dibuat untuk memperoleh barang atau jasa.
Pengertian biaya menurut Harnanto dan Zulkifli (2003:14) adalah sesuatu yang berkonotasi sebagai pengurang yang harus dikorbankan untuk memperoleh tujuan akhir yaitu mendatangkan laba.
Klasifikasi Biaya
Klasifikasi biaya diperlukan untuk menentukan metode yang tepat untuk menghimpun dan mengalokasi biaya.
Penggolongan biaya diperlukan untuk mengembangkan data biaya yang dapat membantu manajemen dalam pencapaian tujuan perusahaan. Menurut Sulistianingsih dan Zulkifli (1999:83-86) dan Harnanto dan Zulkifli (2003:14) penggolongan biaya dapat didasarkan pada hubungan antara biaya dengan:
1).Obyek Pengeluaran, dimana prinsip dari penggolongan biaya ini berkaitan dengan pengeluaran. Misalnya: biaya untuk membayar gaji karyawan tersebut disebut biaya gaji.
2). Fungsi Pokok Perusahaan, dalam perusahaan manufaktur biaya diklasifikasikan menjadi:
a.   Biaya produksi (Manufacturing) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi, terdiri dari biaya bahan baku (Raw Material Cost) yakni bahan yang merupakan bagian integral dari produk jadi
Biaya pemasaran (Marketing), yaitu biaya yang dikeluarkan untuk menjual produk atau jasa biasanya dalam rangka mendapatkan dan memenuhi pesanan.
c.   Biaya administrasi dan umum (Administration), yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mengarahkan, mengendalikan dan untuk mengoperasikan perusahaan/menetapkan kebijakan.
d.  Keuangan (Fiancial) yakni biaya yang berkaitan dengan upaya mencari dana.
Manajemen Biaya 
Manajemen Biaya adalah proses dimana perusahaan mengontrol dan merencanakan biaya dalam melakukan bisnis. Masing-masing proyek harus telah disesuaikan dengan rencana manajemen biaya, dan perusahaan secara keseluruhan juga mengintegrasikan pengelolaan biaya ke model bisnis mereka secara keseluruhan. Tidak ada pengertian tunggal untuk istilah ini, karena memiliki aplikasi yang luas. Bila dilaksanakan dengan baik, manajemen biaya akan diterjemahkan ke dalam mengurangi biaya produksi untuk produk dan layanan, serta peningkatan nilai yang dikirimkan kepada pelanggan. 

BIAYA PRODUKSI DAN BIAYA JASA
Produk berwujud adalah barang yang diproduksi dengan mengubah bahan baku melalui penggunaan tenaga kerja dan masukan modal seperti pabrik, tanah, dan mesin.
Jasa adalah tugas atau kegiatan yang dilakukan untuk pelanggan atau kegiatan yang dilakukan pelanggan dengan menggunakan produk atau fasilitas organisasi. 
Biaya produk adalah pembebanan biaya yang memenuhi tujuan manajerial yang telah ditetapkan. Biaya dibagi menjadi dua: 
Biaya produksi adalah biaya yang berhubungan dengan produksi barang atau penyediaan jasa. 
Biaya non-produksi adalah biaya yang berhubungan dengan fungsi penjualan dan administrasi.

 TIGA TUJUAN SISTEM MANAJEMEN BIAYA
1. Menentukan biaya
2. Membantu pengambilan keputusan
3. Aktifkan pelaporan keuangan
Perilaku biaya
Perilaku adalah cara biaya merubah hubungannya dengan perubahan penggunaan aktivitas. Horison waktu berperan penting dalam penentuan perilaku biaya karena biaya dapat berubah dari tetap menjadi variabel, bergantung pada apakah keputusan yang diambil mencakup jangka pendek atau jangka panjang. Dalam jangka panjang, semua biaya adalah variabel, sementara dalam jangka pendek sedikitnya satu biaya adalah tetap. Lamanya periode jangka pendek bergantung pada penilaian manajemen dan tujuan dimana perilaku biaya sedang diestimasi.
Metode tinggi rendah
Pada metode tinggi rendah, dua titik yang dipilih dari grafik scatter adalah titik tinggi dan titik rendah berkenaan dengan tingkat aktivitas. Dua titik ini kemudian digunakan untuk menghitung titik potong dan kemiringan garis tempat kedua titik tersebut terletak. Titik tinggi didefinisikan sebagai titik dengan tingkat output atau aktivitas tertinggi. Titik rendah didefinisikan sebagai titik dengan tingkat output atau aktivitas terendah. Metode tinggi rendah bersifat objektif dan sederhana. Akan tetapi, jika titik tinggi dan rendah tersebut tidak mempresentasikan hubungan biaya yang sebenarnya, hubungan tersebut akan salah diperkirakan.
Persamaan untuk penentuan biaya variabel per unit dan biaya tetap adalah sebagai berikut:
Biaya variabel per unit = Perubahan biaya/Perubahan output
Biaya variabel per unit = (Biaya tinggi-Biaya rendah)/(Output tinggi-Output rendah)
dan,
Biaya tetap = Biaya total titik tinggi – (Biaya variabel per unit x Output tinggi)
Biaya tetap = Biaya total titik rendah – (Biaya variabel per unit x Output rendah)
Metode scatterplot
Metode scatterplot menyangkut pemeriksaan garis scatter (suatu plot yang menunjukkan total biaya campuran pada berbagai tingkat aktivitas yang berbeda) dan pemilihan dua titik yang tampaknya terbaik untuk mewakili hubungan antara biaya dengan aktivitas. Oleh karena kedua titik tersebut menentukan suatu garis, kedua titik yang dipilih tersebut dapat digunakan untuk menentukan titik potong dan kemiringan garis tempat mereka berada. Titik potong tersebut memberikan perkiraan komponen biaya tetap dan kemiringan memberikan estimasi biaya variabel per unit aktivitas. Metode scatterplot adalah suatu cara yang baik untuk mengidentifikasi nolinearitas, adanya outlier dan adanya pergeseran dalam hubungan biaya. Kelemahannya terletak pada sukjektivitasnya.
Metode kuadrat terkecil
Metode kuadrat terkecil menggunakan semua titik (kecuali outlier) pada grafik scatter dan menghasilkan suatu garis yang paling sesuai dengan semua titik. Garis paling sesuai adalah  garis yang terdekat ke semua titik yang diukur melalui penjumlahan kuadrat deviasi titik-titik tersebut dari garis. Metode kuadrat terkecil menghasilkan garis yang paling sesuai dengan titik-titik data, dan karena itu, lebih direkomendasikan dari pada metode tinggi rendah dan scatterplot.
Metode kuadrat terkecil memiliki keunggulan dibandingkan metode lainnya dalam menilai keandalan persamaan biaya. Koefisien determinasi memungkinkan seorang analis untuk menghitung jumlah variabilitas biaya yang dijelaskan oleh penggerak biaya tertentu. Koefisien korelasinya juga mengukur  kekuatan hubungan dan menunjukkan arah hubungan.
KESIMPULAN

Biaya Produksi merupakan semua beban yang harus dikeluarkan oleh produsen untuk dapat menghasilkan suatu barang/jasa.
DAFTAR PUSTAKA

HerryAkmen. 2011. Akutansi manajemen. http://herryakmen.blogspot.co.id/2011/09/konsep-biaya.html

Gitaz. 2012. Konsep Biaya. http://gitaisz.blogspot.co.id/2012/05/konsep-biaya.html

Ryuzaki. 2016. Ekonomi Manejerial. http://faryanie99.blogspot.co.id/2016/10/ekonomi-manajerial-konsep-biaya-produksi.html

Putri Falinsya. 2016. Konsep biaya dan perilaku. http://falinsyaputri68.blogspot.co.id/2016/11/konsep-biaya-produksi-penerimaan-dan.html

zetzu. 2012. Biaya Pengeluaran dan Rumus. http://zetzu.blogspot.co.id/2012/10/konsep-dan-perilaku-biaya.html


Pengertian Produksi menurut sudut pandang

Menurut  sudut  pandang  teori  ekonomi  bahwa  kegiatan  menghasilkan barang dan jasa-jasa sering disebut dengan kegiatan produksi. Kegiatan  produksi  merupakan  suatu  mata  rantai  dalam  proses penggunaan  faktor-faktor  produksi  (input)  untuk  menghasilakan  produk  (output) tertentu  yang  dapat  memenuhi  kebutuhan  manusia.  Produk-produk  yang diperlukan  manusia  bermacam-macam  dan berbeda-beda,  sehingga  input  yang diperlukan maupun sistem produksinya tentu berbeda-beda pula.
Produksi adalah segala kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan atau menambah guna atas suatu benda, atau segala kegiatan yang ditujukan untuk memuaskan orang lain melalui pertukaran.”
Untuk  memberi  gambaran  tentang  pengertian  produksi  yang  jelas terutama  secara  konsepsional,  maka  dikemukakan  beberapa  definisi  atau pengertian menurut beberapa ahli.
Menurut  Jay  Heizer  dan  Barry  Render, “Production is activities that relate to the creation of goods and service thorough the transformation of input into output.”
Pengertian  produksi  yang  menunjukkan  faedah  menurut  Agus  Ahyari,  “Produksi  diartikan  sebagai  kegiatan  yang  dapat menimbulkan tambahan manfaat atau faedah baru.
Penambahan faedah faedah ini terbagi menjadi berbagai macam antara lain:
  1. Faedah waktu
  2. Faedah bentuk
  3. Faedah  tempat
  4. Faedah kombinasi dari faedah-faedah tersebut diatas.
Dapat  disimpulkan  bahwa  pengertian produksi  atau manufaktur  adalah  suatu  kegiatan  yang  merubah  input  (sumber  daya)  menjadi output baik berupa barang atau jasa.

DAFTAR PUSTAKA

http://perpustakaancyber.blogspot.co.id/2013/05/pengertian-produksi-tujuan-faktor-fungsi-bidang.html 
http://www.e-jurnal.com/2013/11/pengertian-produksi.html
http://www.sarjanaku.com/2012/12/pengertian-produksi-luas-menurut-para.html

Sabtu, 25 Maret 2017

What Is It Produced? Peeled Exhausted Here



@A17-RIFKA
OLEH: Rifka Anisah Putri
 
PENGERTIAN PRODUKSI
Pengertian produksi adalah sebagai berikut : “Produksi adalah segala kegiatan dalam menciptakan dan menambah kegunaan (utility) sesuatu barang atau jasa, untuk kegiatan mana dibutuhkan faktor-faktor produksi dalam ilmu ekonomi berupa tanah, tenaga kerja, dan skill (organization, managerial, dan skills)”. (Menurut Sofyan Assauri).
Fungsi Produksi
-          Pada umumnya ekonomi menggunakan fungsi produksi untuk menggambarkan hubungan antara input dan output. Fungsi produksi menunjjukan berapa banyak jumlah maksimum output yang dapat diproduksi apabila sejumlah input yang tertentu dipergunakan pada proses produksi (Menurut Sri Adiningsi, 1999: hlm 5).
-          Fungsi produksi adalah suatu skedul (atau tabel atau persamaan matematis) yang menggambarkan jumlah output maksimum yang dapat dihasilkan dari satu set faktor produksi tertentu, dan pada tingkat teknologi tertentu pula. Singkatnya fungsi produksi adalah katalog dari kemungkinan hasil produksi (Menurut Ari Sudarman, 2004: hlm 108).
-          Fungsi produksi menunjukkan sifat hubungan di antara faktor­faktor produksi dan tingkat produksi yang dihasilkan. Faktor-faktor produksi dikenal pula dengan istilah input dan jumlah produksi selalu juga disebut sebagai output (Menurut Sadono Sukirno, 2008 : him 193).

Model Produksi Dengan Satu Faktor Produksi Variabel
Dalam model produksi satu faktor produksi variabel, barang modal dianggap faktor produksi tetap. Keputusan produksi ditentukan berdasarkan alokasi efisiensi tenaga kerja.
Rumus : Q = f (K,L)
Q = tingkat output
K = barang modal
L = tenaga kerja / buruh

a.       Produksi total, produksi marjinal, dan produksi rata-rata
Produksi total (total product) adalah banyaknya produksi yang dihasilkan dari   penggunaan total faktor produksi.
Rumus : TP = f (K,L)
TP       = produksi total
K         = barang modal (yang di anggap konstan)
L          = tenaga kerja/buruh
Produksi marjinal (marginal product) adalah tambahan produksi karena penambahan penggunaan satu unit faktor produksi.
Produksi rata-rata (average product) adalah rata-rata output yang dihasilkan per unit faktor produksi.

b.      Tiga tahap produksi
-          Tahap I (stage I), sampai pada saat AP maksimum.
Pada tahap I, penambahan tenaga kerja akan meningkatkan produksi total maupun produksi rata-rata. Karena itu hasil yang diperoleh dari tenaga kerja masih jauh lebih besar dari tambahan upah yang harus dibayarkan. Perusahaan rugi jika berhenti produksi pada tahap ini ( slope kurva TP meningkat tajam).

-          Tahap II (stage II), antara AP maksimum sampai saat MP sama dengan nol. Pada tahap II, karena berlakunya LDR, baik produksi marjinal maupun produksi rata-rata mengalami penurunan. Namun demikian nilai keduanya masih positif. Penambahan tenaga kerja akan tetap menambah produksi total sampai mencapai nilai maksimum (slope kurva TP datar sejajar dengan sumbu horizontal).

-          Tahap III (stage III), saat MP sudah bernilai < nol (negatif).
Pada tahap III, perusahaan tidak mungkin melanjutkan produksi, karena pertambahan tenaga kerja justru menurunkan produksi total. Perusahaan akan mengalami kerugian (slope kurva TP negatif).

c.       Perkembangan teknologi
Kemajuan teknologi dapat membuat tingkat produktivitas meningkat. Secara grafis dapat digambarkan dengan semakin luasnya bidang yang dibatasi kurva TP. Bila nilai AP meningkat karena mesinnya semakin modern, belum berarti efisiensi meningkat. Studi empiris yang dilakukan dua puluh tahun terakhir ini menunjukkan bahwa ada yang lebih penting dari sekedar memodernisasi mesin, yaitu memodernisasi sumber daya manusia (SDM) terutama dengan mengubah cara berpikir dan sikap hidup. Dengan memodernisasi SDM, kemajuan teknologi akan meresap kedalam energi manusia dan mendorong peningkatan efisiensi.

Model Produksi Dengan Dua Faktor Produksi Variabel
Dalam studi ekonomi yang lebih lanjut, pembahasan alokasi faktor-faktor produksi (lebih dari dua macam faktor produksi) secara efisien akan menggunakan model ekonometrika. Dalam model produksi dua faktor produksi variabel ini, analisis cukup manggunakan penjelasan grafis dan matematika sederhana.

a.       Isokuan (Isoquant)
Isokuan adalah kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi penggunaan dua macam faktor produksi variabel secara efisien dengan tingkat teknologi tertentu yang menghasilkan tingkat produksi yang sama.

Ciri-ciri isokuan :
·         Mempunyai kemiringan negatif
·         Semakin ke kanan kedudukan isokuan menunjukkan semakin tinggi jumlah output
·         Isokuan tidak pernah berpotongan dengan isokuan yang lainnya
·         Isokuan cembung ke titik origin

DPR: Kenaikan Biaya Haji 2017 Tidak Bisa Dihindari
Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher mengatakan kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2017 tidak bisa dihindari karena mempertimbangkan banyak hal namun ia menjamin adanya peningkatan pelayanan bagi jamaah haji Indonesia. "Kenaikan biaya memperhatikan avtur meski tidak lebih dari 11 sen dolar dan telah mempertimbangkan faktor inflasi di Arab Saudi," kata Ali di Jakarta, Jumat (24/3/2017). Dia mengatakan kenaikan BPIH 2017 juga karena mempertimbangkan kenaikan jumlah jamaah haji Indonesia sebesar 31,4 persen dibanding 2016. Pada 2016, kuota haji reguler yang dilayani pemerintah adalah 155.200 orang sementara tahun 2017 jumlah haji reguler meningkat menjadi 204.000 jamaah seiring kembalinya kuota jatah haji untuk Indonesia. DPR dan pemerintah menyepakati BPIH 2017 sebesar rata-rata Rp34.890.312 atau meningkat Rp249 ribu dibanding 2016.

            Angka itu ditetapkan setelah terjadi titik temu antara pemerintah dan DPR terkait BPIH untuk turun sebesar Rp849.700 dari pengajuan pertama Kementerian Agama. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan kenaikan ongkos naik haji tahun 2017 akan dibarengi dengan berbagai peningkatan pelayanan bagi jamaah Indonesia. Menurut dia, besaran BPIH 2017 sudah rasional, sesuai dinamika pos pembiayaan dan penetapannya lebih cepat dari tahun lalu yaitu satu bulan lebih dahulu. Dampaknya adalah persiapan pelayanan haji akan dilakukan lebih awal dan diharapkan terjadi peningkatan kualitas ibadah haji. "Saya rasa biaya haji 2017 ini sebanding dengan peningkatan pelayanan. Tahun ini juga ada paket sarapan pagi di Madinah, ini sesuatu yang baru yang tahun lalu belum direalisasikan. Juga memperbaiki tenda di Arafah," kata dia. (Ant)
Penulis: ***
Editor: Vicky Fadil
Foto: Cahyo Prayogo

DAFTAR PUSTAKA:

Sijabat.sahat. 2013. Pengantar Ilmu Ekonomi. LPFEUI. Jakarta. (20 Februari 2013). http://sahatsijabat22.blogspot.co.id/2013/02/teori-biaya-produksi.html
 
2015. Pengantar Ilmu Ekonomi. LPFEUI. Jakarta. (20 Februari 2015). http://jurnalapapun.blogspot.co.id/2015/02/pengertian-produksi-menurut-para-ahli.html

2012. Pengantar Ilmu Ekonomi. LPFEUI. Jakarta. (10 Juli 2012). http://www.perpuskampus.com/2012/07/pengertian-produksi-fungsi-produksi.html

Alfansyuri. Bobby G. 2013. Pengantar Ilmu Ekonomi. LPFEUI. Jakarta. (3 Juni 2013). http://bobbyalfansyuri.blogspot.co.id/2013/06/perilaku-produsen-teori-produksi-biaya.html

fadil. Vicky. 2017. Pengantar Ilmu Ekonomi. LPFEUI. Jakarta. (24 Maret 2017). http://wartaekonomi.co.id/read135310/dpr-kenaikan-biaya-haji-2017-tidak-bisa-dihindari.html
 

http://download.portalgaruda.org/article.php?article=292041&val=1025&title=ANALISIS BIAYA PRODUKSI DALAM RANGKA PENENTUAN HARGA JUAL MAKANAN PADA RUMAH MAKAN RAGEY POPPY DI TOMOHON