.

Minggu, 04 Juni 2017

Pengertian Inflasi dan Deflasi

@A30-Tania
Oleh : Tania Iswara


ABSTRAK
Inflasi dan deflasi di dunia ekonomi modern sangat memberatkan masyarakat. Hal ini dikarenakan inflasi maupun deflasi dapat mengakibatkan lemahnya efisiensi dan produktifitas ekonomi investasi, kenaikan biaya modal, dan ketidakjelasan ongkos serta pendapatan di masa yang akan datang.
Keberadaan permasalahan inflasi dan deflasi serta tidak stabilnya sektor riil dari waktu ke waktu senantiasa menjadi perhatian sebuah rezim pemerintahan yang berkuasa serta otoritas moneter. Lebih dari itu, ada kecendrungan inflasi dan deflasi dipandang sebagai permasalahan yang senantiasa akan terjadi. Hal ini tercermin dari kebijakan otoritas moneter dalam menjaga tingkat inflasi maupun deflasi. Setiap tahunnya otoritas moneter senantiasa menargetkan bahwa angka atau tingkat inflasi harus diturunkan menjadi satu digit atau inflasi moderat.Fenomena deflasi di negara-negara maju membawa kekhawatiran tertentu terhadap kinerja perekonomian dunia. Jepang membuktikan, deflasi menyebabkan kredit macet raksasa di sektor perbankan.
Pengaruh inflasi cukup besar pada kehidupan ekonomi, begitu pula dengan deflasi. Inflasi dan Deflasi merupakan bagian dari masalah ekonomi yang banyak mendapat perhatian para ekonom, pemerintah, maupun masyarakat umum.

Kata Kunci : Pengertian Inflasi dan Deflasi

Pengertian Inflasi dan Deflasi

a.      Pengertian Inflasi

Pengertian Inflasi Menurut Para Ahli
1.      Menurut Silvia et al (2013), Salah satu indikator ekonomi yang digunakan untuk melihat/mengukur stabilitas perekonomian suatu negara adalah inflasi. Perubahan dalam indikator ini akan berdampak terhadap dinamika pertumbuhan ekonomi. Dalam perspektif ekonomi, inflasi merupakan fenomena moneter dalam suatu negara dimana naik turunnya inflasi cenderung mengakibatkan terjadinya gejolak ekonomi.
2.      Menurut Utomo (2013), Inflasi dapat didefinisikan sebagai proses kenaikan harga-harga yang berlaku dalam suatu perekonomian. Kenaikan satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan) kepada barang lain. Tingkat inflasi (presentase pertambahan kenaikan harga) berbeda dari suatu periode ke periode lainnya, dan berbeda pula dari satu negara ke negara lain kenaikan harga diakibatkan oleh banyak faktor.
3.      Menurut Veneris dan Sebol dalam Muana Nanga (2001:241) mendefinisikan inflasi sebagai suatu kecenderungan meningkatnya tingkat harga umum secara terus-menerus sepanjang waktu. Berdasarkan definisi tersebut, kenaikkan tingkat harga umum (general price level) yang terjadi sekali waktu saja, tidaklah dapat dikatakan sebagai inflasi.

Dari definisi tersebut ada tiga hal penting yang ditekankan dari inflasi, yaitu:
1.      Adanya kecenderungan harga-harga untuk meningkat, yang berarti bisa saja tingkat harga yang terjadi pada waktu tertentu turun atau naik dibandingkan dengan sebelumnya, tetapi tetap menunjukan tendensi yang meningkat.
2.      Bahwa kenaikkan tingkat harga tersebut berlangsung secara terus-menerus (sustained),yang berarti bukan hanya terjadi pada satu waktu saja, akan tetapi bisa beberapa waktu lamanya.
3.      Bahwa tingkat harga yang dimaksud disini adalah tingkat harga umum, yang berarti tingkat harga yang mengalami kenaikkan itu bukan hanya pada satu atau beberapa komoditi saja, akan tetapi untuk harga barang secara umum.

Jadi, Pengertian Inflasi adalah suatu proses atau peristiwa dalam perekonomian diakibatkan karena terganggunya keseimbangan antara arus uang dan arus barang atau suatu gejala yang dimana tingkat harga umum sedang mengalami kenaikan yang secara terus menerus. Apabila kenaikan yang terjadi hanya sekali walaupun persentasi yang cukup besar belum dapat dikatakan sebagai inflasi karena tidak memiliki pengaruh lanjutan, misalnya kenaikan harga-harga menjelangn bulan ramadhan atau pada hari besar lainnya hal tersebut belum dikatakan sebagai inflasi karena tidak memiliki pengaruh lebih lanjut. Kejadian seperti contoh tersebut diistilahkan sebagai kenaikan tingkat harga dan setiap peristiwa yang cenderung mendorong naiknya tingkat harga disebut sebagai gejolak inflasi. Sedangkan tingkat persentase kenaikan tingkat harga dan beberapa indeks harga dari suatu periode ke periode lain disebut denga laju inflasi.
Berikut adalah data inflasi dari oktober 2014 sampai bulan september 2015 yang diambil dari Laporan Inflasi (Indeks Harga Konsumen) berdasarkan perhitungan inflasi tahunan oleh Bank Sentral.

Gambar 1.1 Diagram data Inflasi
a.      Pengertian Deflasi
Deflasi didefinisikan sebagai meningkatnya permintaan terhadap uang berdasarkan jumlah uang yang berada di masyarakat. Deflasi terjadi ketika jumlah uang yang beredar di masyarakat (money supply) lebih sedikit dari jumlah supply barang yang ada. Sehingga terjadi penurunan harga-harga. Contoh  kenapa hal ini bisa terjadi dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari, harga barang-barang elektronik semakin hari semakin murah. Hal ini terjadi karena perkembangan tekhnologi yang cepat sehingga supply barang tekhnologi dipasaran semakin banyak. Sedangkan jumlah uang yang beredar di masyarakat sedikit, sehingga barang-barang tekhnologi tersebut jatuh harganya. Atau deflasi bisa terjadi ketika permintaan barang dari masyarakat semakin menurun dan permintaan uang (money demand) dari masyarakat meningkat.
      Deflasi juga berkaitan dengan nilai tukar rupiah. Dengan deflasi, mata uang kita mengalami apresiasi atau peningkatan. Dalam ilmu  ekonomi, deflasi diartikan sebagai suatu periode dimana harga-harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah. Deflasi adalah kebalikan dari inflasi. Salah satu cara menanggulangi deflasi adalah dengan menaikkan tingkat suku bunga.
Dalam ekonomi, deflasi (deflation) adalah suatu periode dimana harga-harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah. Deflasi adalah kebalikan dari inflasi. Bila inflasi terjadi akibat banyaknya jumlah uang yang beredar di masyarakat, maka deflasi terjadi karena kurangnya jumlah uang yang beredar, dimana cara menanggulanginya adalah dengan cara menurunkan tingkat suku bunga atau yang lebih sederhana (meski kadang tidak berhasil) adalah dengan mencetak lebih banyak uang.


Kesimpulan
Jika kita mengamati harga-harga barang atau jasa, tidak ada harga yang tetap atau konstan dari waktu ke waktu, bahkan cenderung naik. hal tersebut diakibatkan oleh ketidakseimbangan antara arus uang dan arus barang. dimana arus barang harus mengalir dari hasil produksi perusahaan kepasar barang dan bertemu dengan arus yang berasal dari pembelanjaan pemerintah dan rumah tangga atau konsumen

Daftar Pustaka
1.      Cahya, Maria. 2016. MAKALAH EKONOMI MAKRO : INFLASI DAN DEFLASI. http://mariamasihidup.blogspot.co.id/2015/02/makalah-ekonomi-makro-inflasi-dan.html (diakses 4 Juni 2017)
2.      Aprilia, Rifatin. 2016. Makalah Ekonomi Moneter. http://radjafamily.blogspot.co.id/2016/05/makalah-inflasi-dan-deflasi.html#.WTQRs9KGPIU  (diakses 4 Juni 2017)
3.      Sultan, Kanjeng. 2015. Makalah Inflasi dan Deflasi. http://gudang-makalahku.blogspot.co.id/2015/08/makalah-inflasi-dan-deflasi.html (diakses 4 Juni 2017)
4.      Nurizki. 2017. Inflasi & Deflasi. http://mazterchez.blogspot.co.id/2010/01/inflasi.html (diakses 4 Juni 2017)
5.      Sam, Hisam. 2016. Pengertian Inflasi dan Deflasi “dalam Ekonomi”. http://www.dosenpendidikan.com/pengertian-inflasi-dan-deflasi-dalam-ekonomi/ (diakses 4 Juni 2017)

1 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.